Bahagiaku .. Rinduku .. Naunganku .. Sahabatku .. Makananku dalam perjalanan .. Tujuan akhirku ..
Engkaulah semangat dan harapanku Engkaulah kerinduanku Engkaulah segala kebajikanku Tanpa Engkau wahai hidupku, cintaku Takkan aku mengembara Menjelajahi negeri-negeri tiada akhir ini.
Entah berapa anugerah dan rahmat Engkau beri aku Entah berapa kemurahan Engkau suapi aku dengan tanganMU Aku mencari cintamu disegala penjuru Lalu, tiba-tiba berkahMu membakar dalam diriku
Wahai Nahkoda hatiku Mata berpijar kerinduan di dadaku Takkan pernah terbebas aku dari Engkau
Selama aku hidup Cukuplah puas denganku, Kehidupan hatiku, dan puaslah aku.
“ Aku telah menjadikan-Mu sahabat hatiku, Tetapi tubuhku tersedia bagi mereka yang menginginkan sebagai teman, Dan tubuhku sangat ramah pada setiap tamu yang datang, Tetapi kekasih hatiku adalah tamu bagi jiwaku…” ( hal. 358 )